Tampilkan postingan dengan label kuliner mataram. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kuliner mataram. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Desember 2016

Kue Basah Dari Susu Kerbau

Berbagai daerah di Indonesia sudah pasti memiliki keunikan yang beragam karena setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing. Keragaman itu tak lain muncul oleh salah satu faktornya seperti potensi yang ada sehingga menjadikan daerah itu unik dari daerah yang lain. Mulai dari adat istiadatnya, bahasa, hingga ke masalah kuliner.

Nah, kalau berbicara tentang kuliner, ada satu jenis kuliner di Indonesia yang sangat unik. kuliner ini merupakan jenis kue basah yang berasal dari pulau Sumbawa. Kue basah ini oleh masyarakat Sumbawa disebut pelopo. Meski asalnya dari Sumbawa, namun tak semua daerah Sumbawa yang menghasilkan pelopo. Hanya daerah tertentu yang menghasilkan kue jenis ini, seperti Sumbawa barat dan sebagian daerah Sumbawa besar.

Pelopo berbahan dasar susu kerbau dan gula merah. Itulah mengapa pelopo sulit ditemukan.  Bahan dasarnya yang berasal dari susu kerbau itulah yang sulit diperoleh. Sehingga pembuatan pelopo hanya terbatas pada daerah tertentu saja terutama daerah yang memiliki ternak kerbau yang banyak, seperti di Taliwang Sumbawa Barat dan sebagian daerah-daerah di Kabupaten Sumbawa Besar.

Pelopo paling enak jika dinikmati bersama dengan poteng lege yaitu sebutan masyarakat Sumbawa kepada tape dari beras ketan. Dua jenis kue basah ini memang saling melengkapi. Ibaratnya jika menyebut kata pelopo, poteng pun harus ada. Jadi jangan heran jika penjual pelopo selalu saja merangkap sebagai penjual poteng sekaligus.

Sumber: mesraseteluk

Selasa, 20 Desember 2016

Sate Tanjung


Awalnya, sate ini merupakan makanan yang disajikan pada acara keagamaan maupun hajatan perkawinan. Namun seiring dengan populernya kelezatan Sate Tanjung, makanan ini menjadi sajian kuliner yang bisa kita nikmati sehari-hari. Tidak itu saja, pemerintah setempat bahkan sudah menetapkan Sate Tanjung sebagai makanan khas Lombok Timur dan menjadi bagian dari kekayaan wisata. Itu mengapa, wisatawan asing yang singgah atau tinggal lebih lama di Lombok sangat mengenal dan mengakui kenikmatan Sate Tanjung. Rasa khas sate Tanjung ini, konon hanya bisa diperoleh dari masyarakat Tanjung asli. Mereka memiliki racikan khusus yang menghasilkan cita rasa yang berbeda. Itu mengapa, jika Anda mencicipi Sate Tanjung di luar daerah, rasanya akan jauh berbeda dengan yang asli.

Sate Tanjung biasanya berasal dari ikan Cakalang atau ikan Langoan. Jika Cakalang sedang jarang dijumpai di pasaran, maka ikan Langoan-lah yang dipakai. Selain Cakalang dan Langoan, ada ikan Marlin yang biasanya dipakai sebagai bahan untuk Sate Tanjung. Berat seekor ikan Marlin ini bisa mencapai 40-50 kilogram. Ikan seharga Rp. 800 ribu itu per 10 kilonya bisa digunakan untuk membuat sate sebanyak 500 tusuk. Untuk membuat sate ini, pertama-tama bersihkan sisik, tulang dan duri ikan. Setelah itu diiris kecil-kecil, dibasahi dan diberikan bumbu yang  terdiri dari cabai kecil, kunyit, jahe, lengkuas, kemiri, garam, dan cuka. Sebelumnya bumbu-bumbu itu harus digiling terlebih dahulu. Setelah bumbu dan daging ikan siap, tambahkan santan kelapa kental. Tiga bahan itu diaduk hingga menjadi tepung. Jika sudah, adonan dijadikan tusukan dalam sebilah bambu. Setiap tusuk berisi 5 biji. Setelah itu, dipanggang di atas bara api batok kelapa. Supaya harum, jangan lupa diberi perasan daun jeruk nipis.

Sate Tanjung sangat nikmat pada saat masih panas bersama lontong atau nasi. Rasa gurih dari daging dan santan serta pedas dari rempah-rempah sangat terasa. Campuran rempah-rempah dan ikan yang dibakar ini membuat badan akan terasa bugar, hangat dan berkeringat. Tak ayal, banyak wisatawan yang ketagihan untuk lagi dan lagi mencicipi Sate Tanjung.

Untuk mendapatkan sate ini amatlah mudah. Para penjual Sate Tanjung biasa berjajar di pinggir jalan sekitar pasar Tanjung atau sekitar Terminal Tanjung. Harga per tusuknya Rp. 500 atau jika ingin memesan satu porsi, Anda hanya perlu merogoh kocek Rp. 10 ribu. Rata-rata penjual Sate Tunjung ini akan mangkal sejak pukul 14.00 hingga 21.00 waktu setempat. Jika Anda ingin merasakan gurihnya Sate Tanjung langsung di daerah asalnya, Lombok Utara dapat ditempuh dengan motor atau mobil selama kurang lebih 1 jam.

Sumber: lombokday

Ares masakan khas Lombok


Diantara banyak makanan khas Lombok, Nusa Tenggara Barat seperti Ayam Taliwang, Plecing Kangkung dan Sate Bulayak, sayur Ares adalah yang paling unik. Betapa tidak, sayur ini terbuat dari pelepah pisang. Penasaran ?

Ares adalah sayuran khas Lombok yang bahan utamanya berasal dari pelapah atau gedebok pisang yang masih muda. Rasa hidangan yang diolah dengan santan ini cukup unik, manis dan gurih. Cara pembuatan Ares adalah dengan mengupas batang pisang hingga menyisakan sedikit bagian dalamnya. Pastikan pohon pisang yang dipakai adalah batang yang belum memiliki bunga. Bagian inilah yang diiris tipis diberi garam, diremas-remas dan dicuci hingga bersih sebelum akhirnya diolah. Bumbu yang digunakan mirip menu kare yakni ketumbar, jintan, lengkuas, bawang putih, bawang merah, jahe, kemiri dan kunyit. Bumbu tersebut dimasak dengan pelepah pisang yang sudah dipotong-potong plus garam dan gula secukupnya. Sayur Ares juga bisa ditambahkan dengan daging. Oya, jangan gunakan penyedap rasa, karena akan merusak cita rasa sayur Ares.

Ares yang merupakan makanan tradisional Suku Sasak ini pada awalnya hanya disajikan saat acara begawe yakni acara makan-makan setelah berlangsungnya pernikahan. Jika dalam sebuah acara pernikahan, Ares biasanya dimasak dalam jumlah yang banyak dengan menggunakan panci besar untuk memasaknya. Proses memasak dengan ukuran super ini biasanya memakan waktu hingga 1 jam. Setelah matang, Ares dipindahkan ke dalam panci yang lebih kecil atau piring agar lebih mudah untuk dibagikan. Banyak orang yang berpendapat bahwa tidak lengkap sebuah pesta pernikahan jika tidak ada hidangan Ares didalamnya. Kini Ares banyak ditemui di warung-warung biasa sebagai makanan sehari-hari. Jika Anda jalan di seputaran Mataram dan Cakranegara, ada banyak warung makan yang menjual Ares.


Masakan ini memiliki latar belakang yang cukup unik. Konon pada suatu masa pulau Lombok mengalami musim kekeringan yang sangat panjang sehingga tidak banyak tanaman yang bisa tumbuh. Bahkan banyak binatang ternak yang akhirnya mati karena kelaparan. Salah satu jenis pohon yang tetap bisa bertahan di tengah kekeringan adalah pohon pisang. Pohon pisang inilah yang kemudian menjadi pengganti rumput, makanan bagi ternak-ternak warga yang sudah kelaparan. Adalah seorang lelaki bernama Loq Ares yang melihat sapi-sapinya lahap memakan pelepah pisang. Dari situlah terbit ide untuk membuat sayur dari pelepah pisang yang masih muda. Oleh Ibu Ares, pelepah itu dipotong-potong dan diracik dengan menggunakan bumbu yang sudah ada di dapur. Setelah dimasak dan dirasakan, ternyata sayuran ini tidak kalah enak dengan makanan lainnya. Sejak itu, Loq Ares dianggap penemu masakan tradisional ini.

Sayuran Ares bisa menjadi alternatif bagi Anda yang kurang menyukai masakan pedas khas Lombok. Sayur ini cocok untuk makam malam atau sarapan. Ares lebih nikmat jika dimakan saat masih hangat dengan sepiring nasi putih.

Sumber: lombokday

Sate Bulayak Suranadi


Inilah makanan khas Lombok lainnya selain Ayam Taliwang yang sangat terkenal itu. Ya, Sate Bulayak adalah sajian kuliner yang harus Anda coba saat liburan di Nusa Tenggara Barat. Sate ini terbuat dari daging sapi yang dilumuri dengan bumbu khas Lombok disajikan dengan lontong. Lezat!

Bulayak adalah sejenis lontong yang dibungkus dengan daun aren atau daun enau dengan bentuk memanjang seperti spiral, sehingga untuk membukanya harus dengan gerakan memutar. Hampir sama dengan lontong, bedanya masakan Jawa itu dibungkus dengan daun pisang. Hampir mirip juga dengan ketupat, walaupun berbeda bentuk karena ketupat berbentuk persegi empat. Dalam bahasa Sasak “Bulayak” memang berarti “lontong”. Bagi beberapa orang, rasa Bulayak jauh lebih lembut dan gurih ketimbang lontong maupun ketupat. Daun aren-lah yang membuat aroma dan rasa Bulayak menjadi sedap dan membedakan dengan lontong dan ketupat.

Bulayak disajikan dengan sate daging sapi atau jeroan yang dilumuri bumbu khas Sasak. Bumbunya terbuat dari kacang tanah yang disangrai dan ditumbuk, lalu direbus dengan santan dalam jumlah dominan. Setelah itu dicampur dengan bumbu-bumbu lain seperti bawang, ketumbar, jintan dan cabai. Sate yang sudah dilumuri bumbu kemudian dibakar diatas arang batok kelapa. Aroma sate yang sedang dibakar inilah yang membuat pembeli tak sabar untuk segera melahap Sate Bulayak. Setelah matang, sate dikucuri air jeruk nipis dan ditaruh sambal. Cara menghidangkan Sate Bulayak juga unik. Penjual biasanya tidak menyediakan garpu maupun sendok sehingga Anda harus menikmati sate ini dengan cara dicocol pada bumbu sate yang sudah disediakan. Minuman paduan pas untuk Sate Bulayak adalah es kelapa muda yang disajikan dalam batoknya tanpa ditambahi pemanis buatan. Sedap!

Oya, racikan bumbu Sate Bulayak yang sarat dengan cabai inilah yang membuat rasa sate tidak hanya gurih namun juga super pedas, seperti citarasa makanan khas lombok lainnya. Bagi Anda yang tidak biasa makan makanan pedas ada baiknya untuk tidak makan sambalnya terlalu banyak. Walaupun diakui oleh banyak penikmat kuliner bahwa pedasnya Sate Bulayak inilah yang membuat kita tak mau berhenti makan hingga tandas di suapan yang terakhir.

Semula penjual Sate Bulayak hanya bisa ditemui di Kecamatan Narmada Lombok Barat, namun kini sudah merambah ke berbagai tempat, khususnya di objek-objek wisata seperti di halaman Pura Lingsar, Taman Narmada, Taman Suranadi, Makam Loang Baloq hingga di beberapa sudut Pantai Senggigi serta di Jalan Udayana. Seporsi Sate Bulayak terdiri atas satu piring sate yang berisi 10 tusuk dan 5 hingga 6 potong Bulayak dengan harga Rp. 12 ribu. Murah dan sangat terjangkau di kantong bukan?

Sumber: lombokday

Jumat, 16 Desember 2016

Ikan Bakar Sirapadang dan Sirasang


Perbedaannya ikan bakar sirapadang dengan sirasang adalah dimana ikan sirapang menggunakan bumbu merah sedangkan ikan bakar sirasang menggunakan bumbu kuning dengan bahan dasar kunyit.

Ikan bakar ini dapat ditemukan disepanjang jalan di Sumbawa dan terjual bebas serta harganya pun murah. Berbagai jenis ikan dapat digunakan, yang menjadi ciri khas hanya ada pada bumbunya, karena diracik khusus dari Sumbawa dan turun-temurun dilestarikan.

Sumber: awesome2015blog

Senin, 12 Desember 2016

Soto Nangka masakan khas Sumbawa


Bahan: Soto nangka

1/2  kg  Daging sapi/ Iga sapi.
1/2  kg  Nangka muda. potong kecil.
1/4  butir  Kelapa parut disangrai dan dihaluskan.
5  biji  Bawang merah goreng kering.
5  buah  Cabai merah iris serong bulat.
2  sendokmakan  Air asam.
2  batang  Sere memarkan.
4  lembar  Daun jeruk purut.
3  lembar  Daun salam.
11/2  cm  Lengkuas, memarkan.
Bumbu halus: Soto nangka.
6  butir  Bawang merah.
2  siung  Bawang putih.
5  butir  Kemiri.
1  sendokteh  Ketumbar.
1/4  sendokteh  Jintan.
1/2  sendokteh  Merica.
1  cm  Kunyit.
1  sendokteh  Garam/sesuai selera.
minyak untuk menumis.
Air secukupnya.

Cara memasak:
Rebus nangka yang telah dipotong sampai empuk, tiriskan, sisihkan.
Tumis bumbu-bumbu yang sudah dihaluskan, masukkan sere, cabai merah, air asam, daun jeruk purut, dan lengkuas, sampai harum, bila sudah harum masukkan kelapa parut sangrai yang sudah dihaluskan.
Tuang air secukupnya, aduk sampai rata.
Masukkan daging atau tulang iga, masak sampai daging empuk.
Masukkan nangka, masak lagi sampai bumbu meresap dalam nangka.
Angkat soto nangka telah matang.
Hidangkan soto nangka dalam keadaan panas-panas, lebih enak taburi dengan bawang goreng.

Sumber: karangbelo

Jumat, 09 Desember 2016

Tumi Sepi (Tumis Udang Rebon)


Sepi adalah makanan khas Bima yang terbuat dari udang rebon (anak udang yang sangat kecil yang di Bima disebut Sepi Bou). Udang rebon difermentasi dengan garam saja sehingga mengeluarkan aroma khas.

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

*   2 sendok makan Sepi
*   1 ruas jari lengkuas
*   1 lembar sereh
*   2 genggam kemangi
*   1 sendok makan minyak goreng
*   100ml air Bumbu-bumbu (Semuanya diiris-iris)
*   10 butir bawang merah
*   5 siung bawang putih
*   1 buah tomat ukuran besar
*   7 buah belimbing sayur
*   5 buah cabe keriting
*   1-15 buah cabe rawit biarkan utuh
*   Garam secukupnya
*   Gula pasir ½ sendok teh Cara Membuatnya

Cara membuat:
Panaskan minyak, tumis semua bumbu yang sudah diiris masukkan daun sereh dan lengkuas setelah harum masukkan    Sepi, garam secukupnya dan gula pasir, masukkan 100ml air, aduk-aduk terus hingga matang. Sebelum diangkat masukkan cabe rawit dan kemangi biarkan cabe rawit layu setelah itu angkat. Siap dihidangkan dengan lalaban. Cocok dihidangkan bersama sayur asam atau sayur bening.

SEPI bisa juga dikonsumsi langung tanpa dimasak terlebih dahulu. Tambahkan cabe rawit (potong-potong) dan air jeruk purut, lebih sedap bila kulit jeruk purut diiris-iris dicampurkan dengan SEPI (sebelumnya jeruk purut dimemarkan dulu untuk membuang rasa getir). Atau juga bisa dicampurkan dengan mbohi dungga (sambal parado).

Sumber: bimakab
Foto: alanmalingi

Selasa, 06 Desember 2016

Festival Kuliner Nusantara 2016


Festival Kuliner Nusantara akan dilaksanakan tanggal 14 – 16 April  2016 di Mall Artha Gading Jakarta, bertujuan untuk lebih memperkenalkan kuliner nusantara sebagai salah satu daya tarik wisata baik bagi wisnus maupun wisman, memberikan informasi aktual dan akurat mengenai berbagai keragaman kuliner nusantara yang berasal dari berbagai provinsi di Indonesia, beserta sejarah dan filosofinya, mendorong minat masyarakat untuk mengkonsumsi dan mencintai kuliner nusantara serta menciptakan ikon kuliner nusantara sebagai salah satu kuliner terbaik di dunia untuk menjadi media promosi wisata Indonesia. Selain Festival Kuliner Nusantara di Jakarta, Kementerian Pariwisata telah menetapkan 5 destinasi wisata kuliner unggulan pada tahun 2015 yaitu : Jogjakarta, Solo, Semarang (JOGLO SEMAR), Bandung, dan Bali.

Arief Yahya mengatakan, “kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah untuk mempromosikan kuliner nusantara sebagai salah satu daya tarik wisata baik bagi wisnus maupun wisman. “Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kuliner nusantara dan juga mendorong minat masyarakat untuk mengkonsumsi dan mencintai Kuliner Nusantara serta menciptakan ikon kuliner nusantara sebagai salah satu kuliner terbaik di dunia sebagai media promosi wisata Indonesia.

Pemerintah (Kemenpar RI) menjadikan kegiatan Festival Kuliner Nusantara ini sebagai salah satu strategi untuk memajukan sektor pariwisata,”kata Arief Yahya. Festival Kuliner Nusantara kerjasama dengan Pemerintah Daerah dari 34 Provinsi dan 31 stand-stand komunitas, industri kuliner, lembaga pendidikan kuliner dan komunitas kuliner untuk menampilkan makanan dan produk-produk khas masing-masing daerah serta menyajikan demo masak interaktif di beberapa panggung yang melibatkan pengunjung dan hiburan berupa atraksi kesenian daerah, artis nasional dan band ternama serta lomba foto Kuliner Nusantara melalui media sosial (instagram) untuk mempromosikan event ini yang penutupan lomba upload pada tanggal 31 Maret 2016.

Hingga saat ini sudah 13 ribu lebih yang melihat foto ini (saat ini lebih dari 9.125 foto pada tagar #pesonakulinernusantara2016, 333 postingan dan 4.326 followers). Lomba foto ini memperebutkan hadiah 28 juta rupiah ditambah kamera dan mobile phone.

Sementara target pengunjung Festival Kuliner Nusantara 2016 adalah masyarakat umum, pengusaha kuliner, akademisi, industri makanan, komunitas, praktisi / pelaku gastronomi, kedutaan-kedutaan besar negara sahabat dengan perkiraan kunjungan + 30 ribu orang” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar, Esthy Reko Astuty. Diperkirakan Indonesia memiliki 5.300 kuliner tradisional yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau.

Kuliner memiliki potensi ekonomi yang besar terbukti pada tahun 2013 kontribusi nilai tambah bruto sektor kuliner sebesar 208,6 triliun rupiah dengan rata – rata pertumbuhan 4.5% (2012 – 2013). Unit usaha yang tercipta dari sektor kuliner adalah sebesar 3 juta dengan rata – rata petumbuhan 0.9%. Menurut UNWTO (2013) sekitar 30% dari pendapatan pariwisata bersumber dari wisata kuliner. Di Indonesia, di tahun 2014 pengeluaran makanan dan minuman untuk wisatawan nusantara didapatkan adalah 19,29 % dari total pengeluaran wisatawan nusantara setelah transportasi yakni 49,78 %. Pada tahun 2015 Indonesia mendapat devisa pariwisata sebesar 12,2 milyar USD sehingga pendapatan dari sektor kuliner kurang lebih sebesar 3,6 milyar USD = Rp 47,5 T.

Penyelenggara Festival Kuliner Nusantara, PT. Impresi Perdana / Inke Maris & Associates, perusahaan dibidang komunikasi strategis dan bidang pengelolaan MICE dan events, berharap dengan kegiatan ini akan tercipta beberapa ikon kuliner nusantara menjadi ikon kuliner dunia, sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisnus dan wisman yang akan melakukan wisata kuliner ke berbagai provinsi Indonesia. Menurut Inke Maris, M.A. “Pertumbuhan industri kuliner mempunyai peran besar dalam penyerapan tenaga kerja, dan turut meningkatkan pendapatan daerah, karena itu upaya – upaya promosi seperti Pesona Indonesia, perlu dilakukan secara konsisten”.

Sumber: disbudpar

Sepat


Provinsi Nusa Tenggara Barat, terutama Pulau Lombok biasanya hanya terkenal dengan ayam Taliwang. Namun di Pulau Sumbawa tepatnya di Kabupaten Sumbawa, juga menyimpan kuliner khas lain yakni ikan kuah sepat khas Sumbawa. Ikan celup kuah sepat adalah ikan bakar yang disajikan dengan nasi putih, sambal tomat dan irisan mentimun. Ikan yang dipilih biasanya adalah jenis kakap dan baronang serta berukuran sedang.

Kuah sepat terbuat dari terong, mangga muda, daun aru dan ketimun belimbing wuluh, tomat, kemiri dan asam Sumbawa. Bahan ditaruh di dalam mangkuk kemudian dituangi air. Kuah sepat disajikan tanpa dimasak lebih dahulu. Ini menjadikan kuah ini terasa asam segar. Rasanya seperti acar. Bedanya, asam kuah ini alami dari bahannya, bukan karena cuka.

Masakan yang menggunakan kuah sepat bisa disebut ikan celup kuah sepat karena cara memakannya. Daging ikan disuwir, dicelupkan ke kuah sepat lalu dicocolkan di sambal tomat, baru dimakan.

Saat menyentuh lidah, rasanya lengkap. Ada rasa manis dari ikan bakar, asam kuah sepat serta pedas dari sambal tomat. Semua papila lidah mencecap masakan. Kita akan berpikir, masakan ini lezat.

Ikan kuah sepat paling pas disantap saat makan siang. Nasi putih pulen berpadu dengan citarasa masakan ikan memberi kenikmatan dan pasokan energi setelah tenaga dikuras.

Sembari menyantap ikan kuah sepat, paling pas ditemani kelapa muda utuh dengan perasan jeruk nipis. Hmm... siang bolong nan terik jadi terasa sejuk dan segar.

Ikan kuah sepat bisa dicicipi bila Anda berkunjung ke Pantai Goa di Kabupaten Sumbawa. Warung-warung di pinggir pantai yang menyajikan kreasi kuliner ini sambil menikmati indahnya panorama pantai Tanjung Pengamas.

Sepat adalah masakan khas daerah Sumbawa, rasanya asam - asam segar. Biasanya di bulan puasa, 30 hari puasa maka 30 hari sepat hadir menemani berbuka.

masakan yang satu ini terbuat dari ikan yang diiris medium size dan dibakar. Lalu dihidangkan dengan kuah dengan bumbu-bumbu yang begitu lezat. Ibu- ibu yang ngidam selalu pengennya sepat, makanan ini populer di Sumbawa. Memang inilah salah satu resep masakan khas daerah Sumbawa.

Sumber: sumbawakab

Minggu, 04 Desember 2016

Wisata Kuliner di Nipah, Lombok Barat


Wisata kuliner hasil laut, adalah salah satu potensi yang bisa dikembangkan dalam upaya mengentaskan kemiskinan.
Dengan mengembangkan wisata “sea food” ini masyarakat bisa dilibatkan secara penuh untuk mempromosikan kekayaan kuliner khasnya, sekaligus menjual hasil tangkapan dalam bentuk masakan siap saji. Hal ini tentu akan menaikan harga hasiltangkapan. Salah satu wisata kuliner hasil tangkapan nelayan yang kini banyak dibicarakan orang berada di pantai Nipah. Pantai Nipah berada di deretan pantai Wisata Sengigi ke arah utara. Menempuh perjalanan lebih dari 30 menit dari Mataram ke Nipah rasanya sebentar.

Selain karena jalan yang mulus dan mantap, pemandangan menawan di kawasan Senggigi menuju Pantai Nipah membuat rasa penat diatas kendaraan tidak terasa. Sepanjang jalan mata dimanjakan oleh keindahan. Di kanan jalan terdapat bukit-bukit hijau, sementara di kiri terdapat bibir pantai dengan ombak yang menampar tebing atau menyapa pasir putih dengan belaiannya. Beberapa turis tampak mengabadikan keindahan alam Senggigi dengan kamera yang mereka bawa.
Pada musim liburan, biasanya pengunjung akan memadati pantaipantai dikawasan Senggigi Lombok Barat hingga Lombok Utara.

Hampir tak ada pantai yang steril dari wisatawan, terutama wisatawan lokal. Bis-bis berukuran besar berjejer di pinggir jalan, sementara di bawah pohon kelapa yang berbaris rapi terdapat gerombol wisatawan bercengkrama sambil menyantap sajian kuliner. Setelah melewati beberapa tanjakan dan bukit-bukit cantik, di sebuah tikungan terdapat plang bertuliskan “ Selamat Datang di kawasan wisata kuliner ikan Nipah” menyambut. Setelah plang tersebut terdapat puluhan warung-warung sederhana tempat wisatawan bisa memesan ikan bakar khas nipah.

Di depan warung terdapat alat untuk membakar ikan. Kendaraan bisa langsung memasuki gerbang ke arah pantai. Di situ juga terdapat deretan berugak tempat para wisatawan bisa menyantap hidangan yang dipesan. Nipah memiliki daya pikat tersendiri. Pantainya tergolong bersih. Sampah-sampah pantai agaknya sering dibersihkan. Terdapat bak-bak sampah berjejer tempat orang membuang sampah. Kesadaran para pedagang menjadi kunci kebersihan pantai ini. Selain pantai yang bersih, air di pantai ini sangat jernih. Jika kita membawa kaca mata air, maka pemandangan bawah laut akan bisa dinikmati sambil berenang. Selain itu, pantai ini terasa sunyi dan nyaman.

Untuk mereka yang ingin melebur dalam suasana yang tidak ramai, maka pantai Nipah yang dikelilingi bebukitan ini bisa menjadi alternatif. Di pantai Nipah, terdapat perahu kano yang bisa disewa jika kita ingin menikmati pantai dengan debur ombak yang ramah ini lebih ke tengah. Dengan kano yang bisa disewa sepuluh ribu rupiah, kita bisa bersantai sambil berolah raga mengayuh dayung.

Menu kuliner di pantai Nipah tergolong minimalis. Kuliner yang disajikan tak banyak pilihan. Hanya terdapat kelapa muda segar tanpa es, nasi putih, sambal tomat dan ikan bakar yang sudah diberi bumbu. Tak banyak pilihan itulah yang membuat selera menyantap ikan menjadi lebih terfokus. Ikan segar yang langsung diolah dengan memberinya bumbu dan langsung dibakar, membuat rasanya menjadi lebih gurih dan fresh. Pedagang mempersilahkan pembeli memilih sendiri di dalam bak, ikan mana yang akan disajikan. Semakin besar ikan yang dipilih semakin mahal pula harganya. Hari itu saya memilih ikan yang tidak terlalu besar, harganya Rp. 20, 000, tanpa nasi putih. Saat ikan dibakar, asap yang mengepul membangkitkan rasa lapar. Hmm. Bumbu sederhana dan sambal tomat ternyata sangat maknyuuus.

Sumber: programunggulan

Sabtu, 03 Desember 2016

Cerita Wisata Kuliner di Kota Sumbawa Besar


Asyiik, saya akhirnya ke Sumbawa Besar lagi untuk menghadiri acara pernikahan sahabat kuliah dulu. Setelah mendapatkan ijin sama big bos di kantor, saya langsung capcuus menggunakan sepeda motor. Ya, sepeda motor karena disamping pengeluaran biaya perjalanan menjadi lebih murah, yang pastinya agak lebih santai dan emang saya paling hobi menggunakan sepeda motor.

Touring sendirian gak mengurangi semangat saya untuk segera berangkat sambil menikmati perjalanan. Berangkat sekitar pukul 06.00 pagi waktu Kota Mataram dan sesampainya di Pelabuhan Kayangan sekitar pukul 08.00 pagi waktu Lombok Timur. Alhamdulillah perjalanan menuju pelabuhan berjalan dengan lancar. Segera menaiki kapal ferry yang membawa kami menyeberangi Selat Alas menuju Pelabuhan Pototano. Sisa waktu tempuh sampai di Kota Sumbawa Besar sekitar dua jam, sekitar pukul 12.00 waktu Kota Sumbawa Besar, saya sampai dan segera mencari hotel yang paling murah. Setelah mendapatkan kamar hotel, saya melajutkan acara kuliner yang ditunggu-tunggu.

Dipikiran saya yang namanya masakan ikan sepat, singang, gecok, dan lainnya sudah mainstream di lidah dan dirumah mama sering buat masakan seperti itu. Memang sih semuanya itu adalah masakan khas Pulau Sumbawa, tapi saya mencoba kuliner yang berbeda.

Tujuan saya adalah ke Warung Om Suhan Arif, berlokasi di Jalan Setia Budi kawasan pertokoan atau di depan SMP 1 Kota Sumbawa Besar. Menu masakannya ada dua macam, sate daging sapi dan soto daging sapi. Sate dan soto yang paling enak menurut saya di kota ini. Dari masih kecil bila datang ke Sumbawa Besar, pasti mampir di warung ini.

Penjualnya sebenarnya bukan asli orang Sumbawa, tapi asli Madura. Sate dan sotonya juga bukan masakan khas Sumbawa, tapi khas Madura. Meskipun begitu, setelah saya mencoba di tempat lain seperti di Lombok dan Jawa, sate dan soto Madura di Warung Om Suhan Arif rasanya berbeda. Saya lebih suka makan sate dan soto Madura di warung ini.  Harga seporsi sate yaitu 20 ribu dan bila ditambah dengan soto, harga seporsinya jadi 35 ribu. Gak terlalu mahal buat kita yang penasaran ingin mencoba.

Disamping Warung Om Suhan Arif, ada warung yang menjual es campur. Penjualnya lebih dikenal dengan sebutan Ibu Cantik, jadi saya beri sebuta es campur Ibu Cantik. Memang cantik dan berwajah arab gitu. Es campurnya enak dan seger banget. Ini adalah jenis es campur terenak yang pernah saya coba di Kota Sumbawa Besar. Harga satu porsi es campurnya yaitu 7 ribu per mangkok. Isinya bermacam-macam, ada kelapa muda, belewa, olang-aling, dan mata ikan dengan dicampur dengan susu kental putih.

Sempat bingung mau makan malam dimana ?. Kebetulan banyak temen yang bertugas di Sumbawa Besar, saya langsung menghubungi mereka. Ternyata mereka ada waktu untuk bermalam minggu bersama sambil wisata kuliner malam. Setelah sepakat menjemput saya di hotel, kami langsung menuju ke sebuah tempat nongkrong baru di Sumbawa Besar, namanya Pantai Jempol.

Pantai Jempol terletak di kawasan Labuan Sumbawa. Dahulunya pantai ini adalah perkampungan nelayan Labuan Sumbawa. Beberapa tahun yang lalu perkampungan nelayan ini disulap menjadi tempat tongkrongan kebanggaan masyarakat Kota Sumbawa Besar. Hampir mirip dengan tempat tongkrongan di Pantai Ampenan, Kota Mataram.

Para penjual menjajakan berbagai macam jajanan dan minuman. Dari kue pasar, gorengan, minuman ringan sampai beberapa menu kuliner seperti sate, pelecing urap, gecok dan lain sebagainya. Para pengunjung sangat ramai yang datang terutama saat menjelang senja sampai tengah malam. Kumpul bersama keluarga, teman atau pacar di Pantai Jempol adalah pilihan yang tepat bila berkunjung ke Kota Sumbawa Besar.

Beberapa menu yang kami pilih antara lain sate ikan lengkap dengan lontongnya, serabi, gorengan dan es jeruk. Malam minggu yang mengasyikkan sekalian dinner ala-ala backpacker bersama teman-teman tercinta.

Menu kuliner yang paling enak di Pantai Jempol adalah serabi dan sate ikannya. Racikan bumbunya pas di lidah saya. Memang doyan atau kelaperan, semua menunya habis kami makan. he..he..he. Soal harga jangan khawatir, disini semua menu harganya terjangkau. Seperti sate ikan saja, harga seporsinya hanya 15 ribu saja, murah bukan.

Silahkan bagi teman-teman yang kebetulan berlibur di Kota Sumbawa Besar, jangan lupa mengunjungi beberapa tempat kuliner yang sudah saya ceritakan yaitu Warung sate dan soto Om Suhan Arif, es campur Ibu Cantik, kuliner di Pantai Jempol. Ditunggu cerita kuliner saya selanjutnya yang lebih seru lagi !!! Cekidooott...


Penulis : Lazwardy Perdana Putra
Sumber: diditpharm

Kamis, 01 Desember 2016

Singang


Ini adalah makanan khas Sumbawa yang berbahan dasar ikan segar. Ikannya sih boleh ikan apa saja, namun disarankan ikan bandeng dan kakap. Kenapa ya? Ya mungkin lebih gurih saja gitu kali ya. Kuahnya kekuningan dipadu dengan merahnya cabe (eh pakai cabe rawit juga), dan hijau segarnya daun kemangi. Kebayang deh, pasti pedas, segar, dan wangi. Apalagi dimakannya panas-panas di warung yang banyak terdapat di Sumbawa.

Sumber: ifaavianty1

Senin, 28 November 2016

Bebalung

Bebalung
Iga sapi selalu menjadi idaman untuk dibuat sop. Jika Makassar memiliki Sop Konro, maka Lombok, Nusa Tenggara Barat memiliki Bebalung.

Bebalung umumnya lebih cair dan tidak sekental gule atau pun konro. Warna kuahnya pun cenderung jernih. Walau demikian, rasanya yang khas dan berbeda dengan sop iga sapi lain membuat saya merekomendasikan siapa saja yang ke Lombok untuk menyicipnya. Selain itu, tidak pernah ditemukan warung bebalung selain di Lombok. Sebagaimana ciri orang pulau tersebut, bebalung biasanya dimakan bersama plecing atau dengan sambal beberuk.

Warung Bebalung yang paling enak sepanjang pengalaman saya dan teman-teman se-internsip berada di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat tepatnya di jalan HOS Cokroaminoto. Yang cukup disayangkan, pemiliki warung ini, yaitu warung Klebet, tidak membuat dalam jumlah banyak. Mereka hanya masak dalam jumlah yang sudah ditentukan saja. Jika sudah habis, warung pun tutup. Alhasil, jika ingin makan di warung Klebet, datanglah sebelum jam 1 siang.

Sumber: sayyidhakam

Kamis, 17 November 2016

Cara Membuat Sate Rembiga Khas NTB

Sate Rembiga adalah salah satu jenis sate yang berbahan daging sapi yang beraasal dari daerah Rembiga, Kota Mataram Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Warga setempat mengucapkan kata Rembiga dengan Rembige, merupakan nama sebuah desa di dekat eks-bandara Selaparang, yang merupakan desa asal sate ini.

Sate ini dibuat dengan bahan dan bumbu yang sederhana, yaitu cabai merah kering, bawang putih, terasi, kemiri, gula merah, gula putih dan garam, namun cara pengolahannya yang istimewa membuat kenikmatan sate ini tak dapat dilupakan.

Sebelum dibakar, sate terlebih dahulu direndam dengan campuran bumbu selama kurang lebih 3 jam sehingga cita rasa bumbu meresap sempurna menggantikan aroma daging sapi.

Hasilnya, sangat nikmat dengan perpaduan rasa pedas, manis sekaligus gurih di setiap potongan dagingnya. Berikut ini resep lengkapnya, selamat mencoba

Bahan-bahan:
  •     300 gr daging sapi tanpa lemak
  •     3 sendok makan Kecap Manis
  •     Beberapa lembar Daun pepaya
  •     Seperlunya Tusuk Sate

Bumbu yang dihaluskan:

  •     6 siung bawah putih
  •     3 buah cabe rawit kecil
  •     2 buah cabe rawit besar
  •     1/2 sdt terasi  
  •     1/4 sdt garam
  •     Secukupnya Gula merah   


Cara Membuat:

  1.     Daging sapi dicuci bersih, lalu dipotong dadu. Letakkan di atas piring yang sudah dialasi daun pepaya, lalu tutup dengan daun pepaya lainnya. Diamkan selama kurang lebih 2 jam.
  2.     Campurkan semua bumbu halus dengan kecap manis, aduk rata. Lumuri potongan daging dengan bumbu halus ini.
  3.     Letakkan kembali daging yang sudah dilumuri bumbu ke piring beralas daun pepaya tadi, tutup kembali atasnya dengan daun pepaya. Biarkan beberapa saat hingga bumbu meresap ke dalam daging (30 menit atau lebih)
  4.     Siapkan tusukan sate, tusuk 4 poton daging pada satu tusuk sate, lakukan hingga habis.  Bakar sate diatas bara api hingga matang merata.
Sumber: dapur-teh-enur

Kamis, 10 November 2016

Sate Bulayak

Ini makanan andalan asli Lombok, Nusa Tenggara Barat yang rasanya nggak kalah lezat dari makanan lainnya, sate bulayak. Bulayak adalah sejenis lontong atau tupat yang di bungkus dengan daun aren atau daun enau dengan bentuk memanjang seperti spiral, sehingga untuk membukanya harus dengan gerakan memutar.

Sate Bulayak
Dalam bahasa Sasak "Bulayak" memang berarti "Lontong" Bagi beberapa orang, rasa Bulayak jauh lebih lembut dan gurih ketimbang lontong maupun ketupat. Makanan ini biasanya disajikan dengan Sate.

Cara memakannya pun anda tidak perlu menggunakan sendok atau garpu, melainkan dengan mencocol bulayak langsung pada bumbu saus sate.

Untuk mencicipi sate bulayak kini tidak perlu susah susah lagi mencarinya, karena sudah banyak tempat yang menjual sate ini seperti di Taman Suranadi, Taman Narmada, Pantai Senggigi bahkan di Jalanan Taman Udayana di Kota Mataram.

Sumber: ulinulin

Selasa, 01 November 2016

Ayam Taliwang Resep Khas Lombok Yang Lezat

Ayam Taliwang adalah resep masakan ayam khas Lombok, Nusa Tenggara Barat. Resep tradisional ini punya ciri khas menyajikan ayam beserta dengan bumbunya, seperti cabe, tomat dan bumbu lainnya, menu ini sekarang sudah menjadi menu andalan restoran dan rumah makan hampir di setiap daerah.

Ayam Taliwang
Ayam Taliwang ini punya ciri khas yaitu di bakar, jadi bagi anda yang mau mencoba membuat menu ini, pasti akan sangat mudah. Silahkan simak cara pembuatannya berikut ini :
Bahan-bahan yang di gunakan :
  • 1 ekor ayam kampung
  • 1 3/4 sdt air jeruk limau
  • 2 sdm minyak goreng
Bumbu Yang Dihaluskan :
  • 5 buah cabai merah
  • 4 buah cabai rawit
  • 10 butir bawang merah
  • 5 siung bawang putih
  • 2 buah tomat
  • 1 sdt terasi
  • 5 sm kencur
  • 2 sdt gula merah
  • 1 sdm garam
  • 7 sdm minyak untuk menumis
Cara Membuat Masakan Ayam Taliwang :
  1. Tumis bumbu halus sampai harum, tambahkan air jeruk limau, angkat.
  2. Oleskan permukaan ayam dengan minyak goreng, bakar ayam sampai kecokelatan.
  3. Tusuk-tusuk ayam lalu oleskan dengan bumbu, bakar sampai matang, sajikan dengan menyiram air jeruk limau.
  4. Ayam Taliwang Khas Lombok siap dihidangkan
  5. Sajikan untuk 6 porsi.
Sajikan menu ayam taliwang khas Lombok ini dalam menu sajian anda. Meriahkan meja makan anda dengan menu masakan sehat dan lezat. Selamat mencoba dan selamat menikmati.[]

Plecing Kangkung Khas Lombok, Lebih Dari Sekedar Kangkung

Banyak yang meremehkan kangkung karena kita jarang mendapati sajian yang enak dengan menggunakan sayur jenis ini. Pendapat itu mungkin akan segera berubah jika Anda merasakan Plecing Kangkung, masakan khas Lombok, Nusa Tenggara Barat yang biasanya disajikan dengan Ayam Taliwang.Plecing Kangkung terdiri dari kangkung yang direbus dan disajikan dalam keadaan dingin dan segar plus sambal tomat. Sambal tomatnya dibuat dari rajikan cabai rawit, garam, terasi, dan tomat. Plecing Kangkung biasanya disajikan dengan tambahan sayuran seperti tauge, kacang panjang, kacang tanah goreng ataupun urap.

plecing kangkung
Kangkung yang digunakan untuk memasak Plecing ini juga sangat khas. Tidak seperti tanaman kangkung yang biasa tumbuh di Pulau Jawa, kangkung khas Lombok ini berupa kangkung air yang biasanya ditanam di sungai yang mengalir dengan metode tertentu sehingga menghasilkan kangkung dengan batang yang besar dan renyah. Kangkung di daerah ini memang sangat terkenal, teksturnya lembut sehingga tidak terasa alot walaupun kita makan hingga ke batangnya. Tak heran jika kangkung Lombok menjadi alternatif oleh-oleh khas Nusa Tenggara Barat.

Selain kangkungnya yang khas, Plecing yang enak juga dikarenakan terasi yang dipakai tidak sembarangan. Terasi khas Lombok yang digunakan untuk Plencing Kangkung adalah terasi Lengkare yang rasanya lebih gurih dan manis. Terasi inilah yang digunakan untuk memperkaya rasa di sambal plecing dan bumbu urap. Terasi jenis ini biasanya berbentuk kemasan ½ kg seharga Rp. 50 ribu.

Oya, Plecing Kangkung biasanya disajikan dengan bentuk lingkaran. Dimulai dengan lingkaran besar kemudian diatas ada lingkaran yang lebih kecil seterusnya mengerucut hingga ke atas. Tujuan penyajian seperti ini agar bahan sayur dan sambal bisa terlihat semua dari atas. Susunannya adalah dengan pertama-tama meletakkan kangkung di lingkaran paling besar, kemudian di atasnya ada tauge, kemudian kacang goreng, dan yang terakhir diletakkan sambal plecing menutupi kacang tanah. Kacang tanah goreng ini fungsinya untuk menetralisir pedas dan penyeimbang rasa antara kangkung dan taoge yang mempunyai banyak serat.

Plecing Kangkung kini sudah dijual dimana-mana. Jika ke Lombok, Anda tidak akan kesulitan menemukan hidangan ini. Di Mataram, terdapat sebuah rumah makan yang menyediakan beragam masakan khas Lombok yakni Rumah Makan Dua-EM Bersaudara yang ada di Jl. Transmigras 99 Mataram. Disini Anda bisa menikmati Plecing Kangkung yang disajikan dengan sambal tomat yang super pedas dan kelapa urap. Dengan harga hanya Rp. 7.500, Anda bisa merasakan sensasi masakan yang menggugah selera ini. Selain Plecing Kangkung dan Ayam Taliwang, masakan khas Lombok lain yang perlu Anda cicipi adalah Sate Bulayak. Sama-sama bercita rasa pedas namun dengan sajian yang berbeda. Satenya berasal dari daging sapi dan dimakan dengan Bulayak alias lontong. Ada juga Ares yang tak kalah sedap.[]

Sumber: panduanwisata